Kabupaten Badung
Gerbang Pariwisata Bali yang Bertransformasi
Kabupaten Badung merupakan salah satu dari delapan kabupaten dan satu kota di Provinsi Bali yang memiliki posisi strategis sebagai destinasi pariwisata unggulan. Wilayah ini terletak membujur dari tengah hingga selatan Pulau Bali, pada posisi astronomis antara 8°14′ hingga 8°50′ Lintang Selatan serta 115°5′ hingga 115°14′ Bujur Timur . Dengan luas wilayah mencapai 418,52 km², Kabupaten Badung mencakup sekitar 7,43% dari total luas Pulau Bali .
Keunikan Geografis dan Kondisi Alam
Secara fisik, Kabupaten Badung memiliki bentuk yang unik menyerupai sebilah keris, senjata khas masyarakat Bali. Keunikan ini kemudian diangkat menjadi lambang daerah yang merepresentasikan semangat keberanian dan jiwa ksatria, terinspirasi dari peristiwa bersejarah Puputan Badung. Semangat ini pula yang melandasi motto daerah “Cura Dharma Raksaka”, yang bermakna kewajiban pemerintah untuk melindungi kebenaran dan rakyatnya .
Wilayah Kabupaten Badung memiliki kontur muka daratan yang beragam:
- Wilayah selatan didominasi dataran rendah hingga pesisir pantai dengan ketinggian 0–65 meter di atas permukaan laut (mdpl)
- Wilayah tengah merupakan kawasan persawahan yang asri, meliputi Kecamatan Mengwi dan Abiansemal dengan ketinggian 0–350 mdpl
- Wilayah utara berupa daerah pegunungan berudara sejuk, dengan Kecamatan Petang berada pada ketinggian 250–2.075 mdpl
Kabupaten Badung beriklim tropis dengan dua musim: musim kemarau (April-Oktober) dan musim hujan (November–Maret). Curah hujan tahunan berkisar antara 893,4-2.702,6 mm, dengan suhu rata-rata 25-30°C dan kelembapan udara sekitar 79% .
Dinamika Penduduk dan Kependudukan
Berdasarkan data proyeksi penduduk, jumlah penduduk Kabupaten Badung pada tahun 2026 diperkirakan mencapai 578,79 ribu jiwa . Data dari tahun 2024 menunjukkan jumlah penduduk sekitar 568,5 ribu jiwa, dengan tingkat kepadatan penduduk mencapai 1.426 jiwa per km².
Komposisi pendidikan penduduk Kabupaten Badung menunjukkan bahwa pada akhir tahun 2024, proporsi terbesar penduduk merupakan lulusan SMA (32,99%), diikuti oleh penduduk yang tidak/belum sekolah (19,14%) dan lulusan perguruan tinggi (14,17%) .
Pusat Pemerintahan: Mangupura
Ibu kota Kabupaten Badung bernama Mangupura, yang secara resmi ditetapkan melalui Peraturan Pemerintah No. 67 Tahun 2009. Pemindahan ibu kota dari wilayah Kota Denpasar ke Kecamatan Mengwi ini ditandatangani oleh Presiden Republik Indonesia pada 16 November 2009, dan diresmikan oleh Menteri Dalam Negeri pada 12 Februari 2010 . Nama “Mangupura” dipilih dengan mempertimbangkan perjalanan sejarah perkembangan Badung yang berpusat di wilayah Mengwi .
Perekonomian dan Pariwisata
Sebagai kabupaten dengan sektor pariwisata yang menjadi tulang punggung ekonomi, Badung mencatatkan kinerja yang impresif. Pada tahun 2025, pertumbuhan ekonomi mencapai 6,5 persen, dengan tingkat kemiskinan menyentuh angka 1,9 persen dan pengangguran 1,57 persen .
Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Badung terus menunjukkan tren positif. Pada Rancangan Perubahan KUA dan PPAS Tahun Anggaran 2025, PAD direncanakan naik sebesar 5,08 persen, dari Rp9,6 triliun lebih menjadi Rp10,1 triliun lebih . Capaian ini didukung oleh peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara yang mencapai 3.282.747 orang hingga akhir Juni 2025, atau naik 12,68 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya .
Komitmen Pariwisata Berkelanjutan
Pemerintah Kabupaten Badung saat ini memfokuskan diri pada pengembangan pariwisata berkelanjutan berbasis ekonomi hijau. Transformasi ini diintegrasikan dengan pelestarian lingkungan, budaya lokal, dan kesejahteraan masyarakat . Fokus utama meliputi:
1. Pengembangan Sumber Daya Manusia pariwisata hijau
2. Regulasi tata ruang yang mendukung ruang terbuka hijau
3. Promosi produk wisata berbasis alam dan budaya
Strategi ini selaras dengan visi “Bali Era Baru” yang hijau, tangguh, dan sejahtera, dengan transformasi Ekonomi Kerti Bali yang menjadikan kemajuan pariwisata tetap berpihak pada lingkungan melalui pembangunan infrastruktur hijau .
Akselerasi Pembangunan Infrastruktur
Untuk mengatasi tantangan kemacetan dan mendukung mobilitas pariwisata, Pemerintah Kabupaten Badung mengalokasikan anggaran besar untuk pembangunan infrastruktur. Pada tahun 2025, disiapkan anggaran Rp1,4 triliun khusus untuk pembebasan lahan pada ruas-ruas jalan strategis di wilayah Badung Selatan, Kuta, Kuta Utara, dan Mengwi .
PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) juga menyalurkan pembiayaan sebesar Rp2,83 triliun untuk pembangunan sembilan ruas jalan strategis dengan total panjang 11,8 kilometer di wilayah Kuta Utara dan Kuta Selatan . Selain itu, Pemkab Badung melakukan skema pinjaman sebesar Rp2,9 triliun untuk pembangunan jalan lingkar barat guna mengatasi kemacetan di jalur GWK menuju Uluwatu, yang ditargetkan selesai pada tahun 2027 .
Lembaga Adat dan Budaya
Kabupaten Badung memiliki struktur sosial yang kuat dengan keberadaan lembaga adat yang memegang peran strategis dalam pembangunan. Terdapat 120 Desa Adat, 523 Banjar Adat, dan 523 Sekaa Teruna yang terikat dalam aturan adat (awig-awig) yang mengikat warganya. Keberadaan lembaga adat ini menjadi sarana efektif dalam menjaring partisipasi masyarakat dan mendukung keberhasilan program-program pemerintah .
Penanganan Lingkungan dan Sampah
Pemerintah Kabupaten Badung juga memberikan perhatian serius pada isu lingkungan. Penanganan banjir dilakukan di beberapa titik seperti Basangkasa, Jalan Kunti, Umahanyar, dan Darmasaba melalui penambahan pompa dan normalisasi. Sementara itu, pengelolaan sampah berfokus pada Gerakan Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber (PSBS) dari tingkat rumah tangga dan usaha, yang berhasil meningkatkan pemilahan sampah sekaligus menurunkan volume buangan ke Tempat Pembuangan Akhir .
Kabupaten Badung terus bertransformasi menjadi daerah pariwisata berkualitas dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai budaya dan kelestarian lingkungan.
Geografi, Demografi & Fakta Unik Per Kecamatan
Kabupaten Badung merupakan salah satu daerah penyangga utama pariwisata
Bali. Tidak hanya menjadi gerbang masuk melalui Bandara I Gusti Ngurah Rai,
wilayah ini menyimpan kekayaan budaya, kontras urban dengan pedesaan asri,
serta dinamika penduduk yang padat.
Berikut adalah data komprehensif mengenai 6 Kecamatan, 16 Kelurahan, dan 46
Desa di Kabupaten Badung berdasarkan data terbaru (hingga 2017).
Statistik Dasar Kabupaten Badung
Sebelum menyelami setiap kecamatan, berikut gambaran umum wilayah ini:
-
Luas Wilayah: 418,62 km²
-
Jumlah Penduduk: 468.346 jiwa
-
Kepadatan Penduduk: 1.118 jiwa/km²
-
Administrasi: 6 Kecamatan, 16 Kelurahan, 46 Desa
Daftar Kecamatan dan Fakta Menarik
1. Kecamatan Abiansemal
Kode Kemendagri: 51.03.03
-
Status: Seluruhnya berupa Desa (18 Desa)
-
Desa: Abiansemal, Angantaka, Ayunan, Blahkiuh, Bongkasa, Bongkasa
Pertiwi, Darmasaba, Dauh Yeh Cani, Jagapati, Mambal, Mekar Bhuana,
Punggul, Sangeh, Sedang, Selat, Sibang Gede, Sibang Kaja, Taman.
Fakta Menarik:
Abiansemal adalah “jantung hijau” Badung. Di kecamatan ini terdapat Hutan
Sangeh, sebuah kawasan hutan yang dihuni oleh ratusan ekor monyet ekor
panjang dan dikelilingi oleh kuil-kuil kuno. Berbeda dengan kawasan pesisir
yang ramai, Abiansemal menawarkan suasana Bali lama dengan bentang alam
persawahan dan bukit yang masih asri. Desa Bongkasa terkenal dengan
pemandangan tebing sungai yang dramatis, sering disebut sebagai miniatur
Grand Canyon-nya Bali.
2. Kecamatan Kuta
Kode Kemendagri: 51.03.01
-
Status: Seluruhnya berupa Kelurahan (5 Kelurahan)
-
Kelurahan: Kedonganan, Tuban, Kuta, Legian, Seminyak.
Fakta Menarik:
Kuta adalah ikon pariwisata Bali yang mendunia. Wilayah ini adalah pusat
hiburan, kuliner, dan belanja. Kelurahan Tuban adalah lokasi Bandara
Internasional I Gusti Ngurah Rai, menjadikannya pintu masuk utama wisatawan.
Sementara itu, Legian dan Seminyak dikenal sebagai surganya kafe kekinian
dan butik desainer, dengan pantai berpasir putih yang menjadi saksi matahari
terbenam paling eksotis di Pulau Dewata.
3. Kecamatan Kuta Selatan
Kode Kemendagri: 51.03.05
-
Status: 3 Desa dan 3 Kelurahan
-
Desa: Pecatu, Ungasan, Kutuh.
-
Kelurahan: Benoa, Tanjung Benoa, Jimbaran.
Fakta Menarik:
Kuta Selatan adalah wilayah premium dengan kombinasi tebing karst dan laut
biru. Di sini terdapat GWK (Garuda Wisnu Kencana) di Ungasan, yang merupakan
patung terbesar di Indonesia. Pecatu menjadi destinasi para peselancar dunia
di pantai Uluwatu, sementara Tanjung Benoa dikenal dengan olahraga air dan
dermaga kapal pesiar. Jangan lewatkan Jimbaran yang terkenal dengan restoran
seafood-nya yang menyajikan ikan bakar langsung di tepi pasir dengan latar
pesawat mendarat.
4. Kecamatan Kuta Utara
Kode Kemendagri: 51.03.06
-
Status: 3 Desa dan 3 Kelurahan
-
Desa: Canggu, Dalung, Tibubeneng.
-
Kelurahan: Kerobokan, Kerobokan Kelod, Kerobokan Kaja.
Fakta Menarik:
Jika Kuta adalah denyut nadi malam, Kuta Utara adalah pusat gaya hidup
modern. Canggu dan Tibubeneng adalah tempat berkumpulnya para digital nomad
dari seluruh dunia, dengan kafe-kafe kopi spesialti dan sawah yang masih
terjaga. Kerobokan menjadi pusat hunian ekspatriat dan villa-villa mewah,
serta menjadi lokasi pusat perbelanjaan modern dan restoran internasional
yang terus berkembang pesat.
5. Kecamatan Mengwi
Kode Kemendagri: 51.03.02
-
Status: 5 Kelurahan dan 15 Desa (Total 20 Wilayah)
-
Desa: Baha, Buduk, Cemagi, Gulingan, Kekeran, Kuwum, Mengwi,
Mengwitani, Munggu, Penarungan, Pererenan, Sembung, Sobangan, Tumbak
Bayuh, Werdi Bhuwana. -
Kelurahan: Abianbase, Kapal, Lukluk, Sading, Sempidi.
Fakta Menarik:
Mengwi adalah kecamatan dengan jumlah wilayah terbanyak dan menyimpan
sejarah penting Bali. Di sini berdiri Pura Taman Ayun, sebuah pura kerajaan
yang dikelilingi kolam luas, kini menjadi Situs Warisan Dunia UNESCO.
Pererenan dan Cemagi di pesisir utara mulai naik daun sebagai alternatif
Canggu yang lebih tenang, dengan pemandangan laut dan sawah yang memukau.
Wilayah ini juga memiliki beragam pasar tradisional yang masih lestari.
6. Kecamatan Petang
Kode Kemendagri: 51.03.04
-
Status: Seluruhnya berupa Desa (7 Desa)
-
Desa: Belok, Carangsari, Getasan, Pangsan, Pelaga, Petang, Sulangai.
Fakta Menarik:
Petang adalah “paru-paru” Badung. Terletak di dataran tinggi, kecamatan ini
memiliki suhu udara yang sejuk dan dikelilingi oleh perkebunan kopi serta
cengkeh. Desa Pelaga terkenal sebagai penghasil buah-buahan tropis seperti
durian dan alpukat. Di sini juga terdapat Patung Buddha terbesar di Bali
yang berdiri kokoh di Desa Carangsari, menjadi pusat ziarah dan wisata
religi yang menenangkan.
Ringkasan Administrasi
| Kecamatan | Jumlah Kelurahan | Jumlah Desa | Total Wilayah |
|---|---|---|---|
| Abiansemal | 0 | 18 | 18 |
| Kuta | 5 | 0 | 5 |
| Kuta Selatan | 3 | 3 | 6 |
| Kuta Utara | 3 | 3 | 6 |
| Mengwi | 5 | 15 | 20 |
| Petang | 0 | 7 | 7 |
| Total | 16 | 46 | 62 |
Sumber Data:
[1] Data Kependudukan dan Statistik Daerah Kabupaten Badung, 2017.
[2] Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia (Kemendagri).
Misi: Digitalisasi Teknologi Informasi Sektor Pemerintahan
Kami dalam misi untuk men-digitalisasi Teknologi Informasi (IT) di Sektor Pemerintahan di Indonesia, selangkah demi selangkah.
Digitalisasi IT dan dukungan untuk melakukan proses kerja sektor pemerintahan tanpa kertas (paperless) di lingkungan pemerintahan pusat & daerah ini, sejalan dengan misi "Pemerintahan Terbuka Technology" untuk memanfaatkan rekayasa Teknologi Informasi untuk menuju pemerintahan digital yang membuat kehidupan Warga Masyarakat Indonesia menjadi lebih baik & semakin mudah.
Visi: Memberdayakan pemerintahan beserta warga masyarakat Indonesia dengan Teknologi Informasi
Kami Pemerintahan Terbuka Technology memiliki visi jangka panjang untuk memberdayakan pemerintahan-pemerintahan di Indonesia, beserta segenap warga masyarakat Indonesia, dengan segala hal yang dimungkinkan oleh teknologi informasi, teknologi komunikasi dan rekayasa engineering terkait.
Hubungi kami untuk informasi lebih lanjut:
Terbuka.ID
PT. Pemerintahan Terbuka Technology
Jl. Trunojoyo No.11, Citarum,
Bandung Wetan, Kota Bandung,
Jawa Barat 40115
+62 818 0567 4588
info[at]terbuka[dot]id