Pemerintahan Propinsi Bali

Pusat Kebudayaan dan Pariwisata Dunia

Provinsi Bali, yang juga dikenal dengan julukan Pulau Dewata, merupakan salah satu provinsi di Indonesia dengan posisi strategis di antara Pulau Jawa dan Pulau Nusa Tenggara. Secara geografis, provinsi ini terletak pada 8° Lintang Selatan dan 115° Bujur Timur, dengan batas wilayah berupa Laut Bali di sebelah utara, Samudera Hindia di sebelah selatan, Selat Bali di sebelah barat, dan Selat Lombok di sebelah timur.

Gambaran Umum Wilayah

Provinsi Bali diresmikan pada tanggal 14 Agustus 1958 berdasarkan Undang-Undang Nomor 64 Tahun 1958. Ibu kota provinsi ini adalah Kota Denpasar, yang pada awalnya berkedudukan di Singaraja sebelum dipindahkan pada tahun 1960. Luas wilayah Provinsi Bali mencapai 5.780,06 kilometer persegi, menjadikannya salah satu provinsi dengan luas terkecil di Indonesia setelah DKI Jakarta dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Provinsi ini tidak hanya terdiri dari Pulau Bali, tetapi juga mencakup pulau-pulau kecil di sekitarnya, seperti Nusa Penida, Nusa Lembongan, Nusa Ceningan dan Pulau Serangan.

Kondisi Geografis dan Topografi

Bali termasuk dalam mata rantai kepulauan vulkanis yang menghubungkan daratan Asia Tenggara dengan Australia. Di bagian tengah pulau terbentang pegunungan yang memanjang dari barat ke timur, dengan gunung-gunung berapi seperti Gunung Agung yang merupakan titik tertinggi setinggi 3.148 meter, serta Gunung Batur. Kondisi geografis ini membagi Bali menjadi dua bagian yang berbeda: Bali Utara dengan dataran rendah yang sempit dan kurang landai, serta Bali Selatan dengan dataran rendah yang luas dan landai. Provinsi ini memiliki empat danau sebagai sumber air utama, yaitu Danau Beratan, Danau Buyan, Danau Tamblingan, dan Danau Batur.

Kehidupan Sosial dan Demografi

Berdasarkan data tahun 2024, jumlah penduduk Provinsi Bali mencapai 4.375.263 jiwa. Mayoritas penduduk Bali memeluk agama Hindu, yang menjadikannya provinsi dengan persentase pemeluk agama Hindu tertinggi di Indonesia. Kehidupan keagamaan yang kental tercermin dalam keberadaan ribuan pura yang tersebar di seluruh wilayah, sehingga Bali juga dikenal sebagai Pulau Seribu Pura.

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Bali pada tahun 2023 tercatat sebesar 78,01, yang termasuk dalam kategori pembangunan manusia tinggi dan menunjukkan peningkatan dari tahun sebelumnya. Angka kemiskinan provinsi ini tergolong rendah, yaitu 3,42 persen, dengan tingkat pengangguran 1,45 persen serta angka stunting 8,7 persen yang merupakan yang terendah di Indonesia.

Pariwisata sebagai Motor Ekonomi

Sektor pariwisata merupakan tulang punggung perekonomian Provinsi Bali. Berdasarkan data, lebih dari 60 persen pertumbuhan ekonomi Bali ditopang oleh sektor ini. Pada tahun 2025, kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali mencapai 7,05 juta orang, atau setara dengan 45,8 persen dari total kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia. Kontribusi devisa dari sektor pariwisata Bali diperkirakan mencapai sekitar Rp176 triliun, yang merupakan 55 persen dari total devisa pariwisata nasional.

Pertumbuhan ekonomi Bali pada tahun 2025 mencapai 5,82 persen, yang merupakan yang tertinggi kelima secara nasional dan menjadikannya satu-satunya provinsi non-sumber daya alam yang masuk dalam kelompok tersebut. Sektor akomodasi dan makan minum menjadi penyumbang pertumbuhan tertinggi, mencapai 13,93 persen, dengan kontribusi 22,76 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).

Warisan Budaya dan Sejarah

Bali memiliki sejarah panjang yang tercatat dalam berbagai prasasti kuno. Prasasti Blanjong yang ditemukan di daerah Sanur, dibuat pada tahun 835 Saka (913 Masehi) atas perintah Raja Sri Kesari Warmadewa, merupakan salah satu bukti tertua keberadaan peradaban di Bali. Prasasti ini memuat kata “Walidwipa” yang dipercaya sebagai asal-usul nama Pulau Bali.

Keunikan budaya Bali juga tercermin dalam pelaksanaan hari raya Nyepi, yaitu hari suci yang dirayakan dengan kesunyian total di seluruh pulau sebagai bentuk refleksi diri. Tradisi dan kearifan lokal ini menjadi daya tarik tersendiri yang membedakan Bali dari destinasi wisata lainnya di dunia.


Pemerintahan Provinsi Bali memiliki total luas wilayah 5.780,06 km², dengan jumlah penduduk 4.230.051 jiwa sesuai data statistik tahun 2017.

Pemerintahan Provinsi Bali terdiri dari 8 kabupaten, 1 kota madya, yaitu:

  • Kabupaten Badung
  • Kabupaten Bangli
  • Kabupaten Buleleng
  • Kabupaten Gianyar
  • Kabupaten Jembrana
  • Kabupaten Karangasem
  • Kabupaten Klungkung
  • Kabupaten Tabanan
  • Kota Denpasar

Pemerintahan Provinsi Bali secara total membawahi 57 kecamatan, 80 kelurahan, dan 636 desa.


Misi: Digitalisasi Teknologi Informasi Sektor Pemerintahan

Kami dalam misi untuk men-digitalisasi Teknologi Informasi (IT) di Sektor Pemerintahan di Indonesia, selangkah demi selangkah.

Digitalisasi IT dan dukungan untuk melakukan proses kerja sektor pemerintahan tanpa kertas (paperless) di lingkungan pemerintahan pusat & daerah ini, sejalan dengan misi "Pemerintahan Terbuka Technology" untuk memanfaatkan rekayasa Teknologi Informasi untuk menuju pemerintahan digital yang membuat kehidupan Warga Masyarakat Indonesia menjadi lebih baik & semakin mudah.

Visi: Memberdayakan pemerintahan beserta warga masyarakat Indonesia dengan Teknologi Informasi

Kami Pemerintahan Terbuka Technology memiliki visi jangka panjang untuk memberdayakan pemerintahan-pemerintahan di Indonesia, beserta segenap warga masyarakat Indonesia, dengan segala hal yang dimungkinkan oleh teknologi informasi, teknologi komunikasi dan rekayasa engineering terkait.

Hubungi kami untuk informasi lebih lanjut:

Terbuka.ID

PT. Pemerintahan Terbuka Technology
Jl. Trunojoyo No.11, Citarum,
Bandung Wetan, Kota Bandung,
Jawa Barat 40115

+62 818 0567 4588

info[at]terbuka[dot]id

+62 818 0567 4588 info [at] terbuka [dot] id